Dinginnya angin malam itu, menyapa
tubuhku
Cahaya bulan pun ikut menembus
Ke dasar kulitku
Aku tersadar dari lamunanku
Berharap cinta dari seorang
Lelaki berdasi sepertimu
Aku sadar, aku hanyalah
Seorang perempuan yang malang
Yang tidrunya saja,
Beratapkan langit dan beralaskan
bumi
Mana mungkin aku bisa memilikimu
Wahai lelaki berdasi …
Namun,
Di
setiap malamku yang
Di
temani bulan & angin malam
Aku
selalu menyelipkan do’a
Semoga suatu saat nanti engkau
datang
Menjemputku dan membawaku
Ke istana kita
Meskipun semuanya itu hanya mimpi
belaka
Namun taka apa,
Aku sudah cukup bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar