Kamis, 10 Maret 2016

Komentar/kritik terhadap Puisi dan Cerpen

Dari ke-5 postingan yang saya buat diantaranya ada dua buah cerpen dan tiga  buah puisi, pertama-tama saya akan memberikan komentar atau kritik terhadap puisi saya yang berjudul :
1.      Puisi “Mati Rasa”
Dalam puisi tersebut mengisahkan kisah seseorang yang sedang terpuruk dalam kesedihan, kekecewaan, dll kepada seseorang yang dicintainya  yang menyebabkan orang itu Mati Rasa kepada sesseorang yang telah menyakitinya tersebut.
Puisi tersebut cukup bagus dan mudah dipahami bagi siapa saja yang membacanya, karena puisinya singkat dan kata/diksinya mudah. Namun, puisi tersebut memiliki kekurangan yaitu tidak memiliki majas dan diksi yang unik, sehingga puisi tersebut terlalu mudah maknanya untuk ditebak bagi siapa saja yang membacanya. Selain itu, menurut saya dalam puisi tersebut tidak mengandung amanat yang jelas. Selebihnya puisinya sudah cukup bagus.

Yang ke-2 komentar untuk puisi saya yang berjudul:
2.      Puisi “ Lelaki Berdasi”
Dalam puisi tersebut menceritakan tentang seorang wanita yang sangat miskin sebut saja dia seorang “gelandangan” yang mengaharapkan atau bermimipi mendapatkan cinta dari seorang lelaki kaya, yang selalu di khayalkannya setiap malam, meskipun dia tahu bahwa semuanya itu hanyalah mimpi, namun dia tidak henti-hentinya berdo’a agar bisa mendapatkan lelaki kaya dan bisa membawanya pergi ke istana mereka.
Puisi tersebut sangat bagus menurut saya, karena penggunaan diksinya yang tepat seperti yang terdapat pada baris pertama dan ke dua yang berbunyi “Dinginnya angin malam itu menyapa tubuhku, cahaya bulanpun ikut menembus kulit ku”.
Puisinya cukup mudah untuk dipahami, amanat dari puisinya pun juga jelas yaitu “jangan berharap terlalu jauh atau berkhayal terlalu tinggi kepada seseorang yang tidak sederajat dengan kita, kita harus sadar siapa kita dan siapa dia”. Namun. Sayang pada puisi ini juga tidak terdapat majas. Mungkin, hanya itu saja kekurangannya, selebihnya puisinya sudah bagus.
3.      Puisi Cinta (Tanpa Judul)
Puisi ini sangat menarik dan berkesan menurut saya, karena ketika saya menulisnya apa yang saya tuliskan itu semuanya keluar dari perasaan yang saya rasakan saat itu jadi puisi ini sudah bagus, namun hanya saja memiliki sedikit kekurangan yaitu diksi dan majasnya yang masih kurang menarik.

Yang ke-4, yaitu komentar/kritik terhadap cerpen saya yang berjudul:
4.      Cerpen (Tinggal Kenangan)
Cerpen ini sebenarnya merupakan cerpen yang di dalamnya ada naskah dramanya, jadi ketika seseorang membaca cerpen tersebut, dia juga bisa sekaligus memerankannya. Cerpen ini menurut saya membosankan ketika membacanya, karena terlalu banyak basa-basinya. Apalagi di awal ceritanya, kurang menarik menurut saya, konflik permasalahannya pun juga kurang menarik. Namun, ketika di akhir cerita cerpen ini sangat memotivasi, apalagi bagi seorang cewe yang pernah patah hati, yang kemudian bangkit dari kesedihan dan keterpurukan yang pernah dialaminya.
Cerpen ini sebenarnya bisa menjadi cerpen yang menarik, seandainya permasalahan/konfliknya yang mengejutkan atau susah tidak di tebak oleh si pembaca.

Yang terakhir yaitu komentar/kritik terhadap cerpen saya yang berjudul:
5.      Cerpen “Sepasang Mata Di Balik Mata Topeng”
Cerpen ini menurut saya cerpen terbaik yang pernah saya buat, karena selain judulnya yang menarik, endingnya yang susah di tebak dan konflik permasalahannya yang sangat sederhana namun mampu menciptakan ending yang tak terduga dan mengejutkan bagi siapa saja yang membacanya. Cerpen ini sebenarnya sangat sederhana, namun konflik yang terjadi mampu membangun keseluruhan cerita. Padahal dalam cerpen ini hanya mengisahkan seorang anak kecil yang masih belia. Dan yang lebih menariknya lagi dalam cerpen ini, ketika konfliknya memuncak dan tiba-tiba endingnya tidak seperti yang tergambar pada konflik, itu membuat seseorang yang membacanya terkejut dan tak menduga. Kalau mau tahu ceritanya lebih detail, silahkan cekdi blog saya ya… ekabea.blogspot.co.id.

Hanya itu saja komentar-komentar/kritik untuk puisi dan cerpen yang saya posting di blog ini. Masih banyak kekurangan-kekurangan saya dalam menulis sebuah karya sastra baik berupa puisi atau pun cerpen, namun saya tidak akan berhenti berusaha dan terus belajar. Maka dari itu, dalam mata kuliah teori dan pembelajaran menulis ini saya akan terus menggali ilmu dan mempelajari cara-cara penulisan yang baik, baik itu penulisan berupa karya sastra atau pun karya ilmiah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar