Dari ke-5 postingan yang saya buat
diantaranya ada dua buah cerpen dan tiga
buah puisi, pertama-tama saya akan memberikan komentar atau kritik
terhadap puisi saya yang berjudul :
1. Puisi
“Mati Rasa”
Dalam puisi tersebut
mengisahkan kisah seseorang yang sedang terpuruk dalam kesedihan, kekecewaan,
dll kepada seseorang yang dicintainya yang menyebabkan orang itu Mati Rasa kepada
sesseorang yang telah menyakitinya tersebut.
Puisi tersebut cukup
bagus dan mudah dipahami bagi siapa saja yang membacanya, karena puisinya
singkat dan kata/diksinya mudah. Namun, puisi tersebut memiliki kekurangan
yaitu tidak memiliki majas dan diksi yang unik, sehingga puisi tersebut terlalu
mudah maknanya untuk ditebak bagi siapa saja yang membacanya. Selain itu,
menurut saya dalam puisi tersebut tidak mengandung amanat yang jelas. Selebihnya
puisinya sudah cukup bagus.
Yang
ke-2 komentar untuk puisi saya yang berjudul:
2. Puisi
“ Lelaki Berdasi”
Dalam puisi tersebut menceritakan
tentang seorang wanita yang sangat miskin sebut saja dia seorang “gelandangan”
yang mengaharapkan atau bermimipi mendapatkan cinta dari seorang lelaki kaya,
yang selalu di khayalkannya setiap malam, meskipun dia tahu bahwa semuanya itu
hanyalah mimpi, namun dia tidak henti-hentinya berdo’a agar bisa mendapatkan
lelaki kaya dan bisa membawanya pergi ke istana mereka.
Puisi tersebut sangat
bagus menurut saya, karena penggunaan diksinya yang tepat seperti yang terdapat
pada baris pertama dan ke dua yang berbunyi “Dinginnya angin malam itu menyapa tubuhku, cahaya bulanpun ikut
menembus kulit ku”.
Puisinya cukup mudah
untuk dipahami, amanat dari puisinya pun juga jelas yaitu “jangan berharap
terlalu jauh atau berkhayal terlalu tinggi kepada seseorang yang tidak
sederajat dengan kita, kita harus sadar siapa kita dan siapa dia”. Namun. Sayang
pada puisi ini juga tidak terdapat majas. Mungkin, hanya itu saja
kekurangannya, selebihnya puisinya sudah bagus.
3. Puisi
Cinta (Tanpa Judul)
Puisi ini sangat
menarik dan berkesan menurut saya, karena ketika saya menulisnya apa yang saya
tuliskan itu semuanya keluar dari perasaan yang saya rasakan saat itu jadi
puisi ini sudah bagus, namun hanya saja memiliki sedikit kekurangan yaitu diksi
dan majasnya yang masih kurang menarik.
Yang
ke-4, yaitu komentar/kritik terhadap cerpen saya yang berjudul:
4. Cerpen
(Tinggal Kenangan)
Cerpen ini sebenarnya
merupakan cerpen yang di dalamnya ada naskah dramanya, jadi ketika seseorang
membaca cerpen tersebut, dia juga bisa sekaligus memerankannya. Cerpen ini
menurut saya membosankan ketika membacanya, karena terlalu banyak basa-basinya.
Apalagi di awal ceritanya, kurang menarik menurut saya, konflik permasalahannya
pun juga kurang menarik. Namun, ketika di akhir cerita cerpen ini sangat
memotivasi, apalagi bagi seorang cewe yang pernah patah hati, yang kemudian
bangkit dari kesedihan dan keterpurukan yang pernah dialaminya.
Cerpen ini sebenarnya
bisa menjadi cerpen yang menarik, seandainya permasalahan/konfliknya yang mengejutkan
atau susah tidak di tebak oleh si pembaca.
Yang
terakhir yaitu komentar/kritik terhadap cerpen saya yang berjudul:
5. Cerpen
“Sepasang Mata Di Balik Mata Topeng”
Cerpen ini menurut saya
cerpen terbaik yang pernah saya buat, karena selain judulnya yang menarik,
endingnya yang susah di tebak dan konflik permasalahannya yang sangat sederhana
namun mampu menciptakan ending yang tak terduga dan mengejutkan bagi siapa saja
yang membacanya. Cerpen ini sebenarnya sangat sederhana, namun konflik yang
terjadi mampu membangun keseluruhan cerita. Padahal dalam cerpen ini hanya
mengisahkan seorang anak kecil yang masih belia. Dan yang lebih menariknya lagi
dalam cerpen ini, ketika konfliknya memuncak dan tiba-tiba endingnya tidak
seperti yang tergambar pada konflik, itu membuat seseorang yang membacanya
terkejut dan tak menduga. Kalau mau tahu ceritanya lebih detail, silahkan cekdi
blog saya ya… ekabea.blogspot.co.id.
Hanya
itu saja komentar-komentar/kritik untuk puisi dan cerpen yang saya posting di
blog ini. Masih banyak kekurangan-kekurangan saya dalam menulis sebuah karya
sastra baik berupa puisi atau pun cerpen, namun saya tidak akan berhenti
berusaha dan terus belajar. Maka dari itu, dalam mata kuliah teori dan
pembelajaran menulis ini saya akan terus menggali ilmu dan mempelajari
cara-cara penulisan yang baik, baik itu penulisan berupa karya sastra atau pun
karya ilmiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar