Mata Kuliah Teori Pembelajaran
Menulis adalah salah satu mata kuliah yang saya sukai, selain dosennya yang
menarik dan tidak membosankan, beliau juga sering bercanda dengan mahasiswa di
kelas, dan itu membuat keadaan di dalam kelas tidak membosankan dan tidak
membuat mahasiswa mengantuk. Karena
tidak sedikit dosen-dosen lain yang membosankan yang hanya memberikan
ceramah-ceramah disetiap pertemuan kuliah, dan itu menurut saya hanya membuat
mahasiswanya mengantuk, apalagi yang duduknya di belakang, ada yang asyik main
hp, ngobrol dengan teman di samping dan tidak
jarang juga ada yang sambil mendengarkan musik dengan menggunakan hendset.
Apalagi kalau kelasnya di gabung misalkan kelas Bahasa Reg A di gabung dengan
Reg B di dalam ruangan yang cukup besar, itu hanya membuat kelas semakin ribut
dan akhirnya apa yang disampaikan oleh dosen itu tidak masuk ke otak melainkan
hanya terdengar sekilas di telinga.
Di atas tersebut merupakan gambaran
perkuliahan yang kurang efektif menurut saya, dan saya menginginkan dalam
perkuliahan Teori Pembelajaran Menulis nanti seperti berikut ini :
1. Dosennya
tetap Bapak Ahsani Taqwiem, M.Pd.
Karena beliau merupakan
satu-satunya dosen yang mengasyikan dan tidak membuat saya mengantuk. Dengan
cerita-cerita beliau yang menghibur namun tetap terfokus dalam perkuliahan yang
sedang di ajarkan.
2. Perkuliahan
Teori dan Pembelajaran Menulis, kalau bisa jangan di gabung kelasnya dengan Reg
B.
3. Tempat
perkuliahannya sebaiknya setiap setengah bulan sekali di ganti, misalnya di
open space atau tempat-tempat yang indah, dan juga jadwal mata kuliah ini
sebaiknya di ganti, selain jum’at misalkan ke hari rabu atau kamis, dan juga
jam perkuliahannya diganti menjadi sore hari.
Itu membuat mahasiswa
menjadi semangat, dan tidak hanya terpaku pada satu tempat yang itu-itu saja.
4. Sekali-kali
baiknya dosen mengajak mahasiswanya ke tempat-tempat yang penuh inspirasi
seperti di pantai, gunung dll, namun tidak lupa beliau memberikan tugas
kelompok atau individu kepada mahasiswa dan kemudian diminta membuat laporan
atau penelitian. Karena melalui pengamatan secara langsung mahasiswa dapat
mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan, ide, mengembangkan daya pikir dan
kreativitas dalam menulis. Belajar dengan cara mengalami langsung akan
meningkatkan kreatifitas dalam menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk
tulisan.
5. Tugas
di setiap akhir perkuliahan, sebaiknya tetap di jalankan saja, karena itu
meningkatkan kerajinan dan mengembangkan daya pikir mahasiswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar