Tepat pukul 12.00 tengah malam suara itu
berbunyi lagi, suara yang mengusik tidur indahku. Suara itu membisik
ditelingaku bagaikan suara gemuruh ombak di tengah laut yang seakan ingin
menelan bulat tubuh mungilku. Perlahan kubuka kedua bola mataku, seketika itu
aku melihat cahaya di depanku, dan ternyata itu adalah kunang-kunang yang
menyelinap masuk ke kamarku melalui jendela, mungkin tadi sore aku lupa
mengunci rapat jendelaku. Aku pun kaget dan sedikit ketakutan karena kata
orang-orang kunang-kunang itu merupakan kuku dari orang yang sudah meninggal
dunia. Ku coba mengusir kunang-kunang itu dari kamarku, beberapa menit ku
mencoba mengusirnya aku membuka jendela agar dia keluar namun hasilnya nihil
yang ada malah kunang-kunang yang lain ikut masuk ke dalam kamarku.
Malam
semakin larut, hembusan angin pun masuk ke dalam kamarku karena jendela ku
terbuka, dan suara itu semakin terasa mengiang di telingaku, di tambah dengan
angin malam yang membelai rambut serta tubuh mungilku membuat aku merasa berada
di tempat asing yang dipenuhi dengan hantu yang sewaktu-waktu dapat
mencabik-cabik kulitku yang halus dengan kuku-kukunya yang tajam serta suaranya
yang menyeramkan. Ketika membayangkan semuanya itu tubuhku gemetar dan kaki ku
kaku tak dapat bergerak aku semakin ketakutan angin malam semakin deras masuk
ke kamarku dan sekelompok kunang-kunang itu sekarang berada tepat di atas
kepalaku, bertambah gemetar tubuhku ini seluruh badanku menggigil, sendi dan
tulangku seakan tak berfungsi. Tiba-tiba saja kurasakan air panas yang mengalir
di kakiku dan ternyata tanpa kusadari aku ngompol. “Oh tidak, ya Tuhan…Aku kan bukan anak kecil lagi” ucapku dalam
hati.
**
“Kejadian
tadi malam membuatku semakin penasaran, dan juga membuatku ketakutan. Sudah
beberapa hari ini, ya sekitar 4 hari yang lalu, ketika jam dinding menunjukan
tepat pukul 12.00 tengah malam selalu saja suara itu menerorku, suara itu
seperti terdengar jelas di telingaku. Suara yang penuh misteri, suara yang
menyeramkan, entah itu suara apa aku pun tak tahu, dan suara itu seperti ingin
membisikkan sesuatu kepadaku. Suaranya bergemuruh dan terkadang suara itu
menjerit dengan histeris bahkan sangat histeris. Beberapa malam ini aku mencoba
mencari asal suara tersebut, karena suara itu sangat menggangguku dan membuat
jantungku brerdetak lebih kencang darahku mendesir ketika aku mendengarnya.
Malam
itu, tepatnya malam jum’at, aku sengaja tidak tidur, dan minum kopi untuk
menahan ngantuk. Aku mulai jenuh menunggu waktu tengah malam itu tiba. Sambil
menunggu, aku membaca cerpen karya Edger Allan Poe yang berjudul “Detak Jantung
dan Hati Yang Meracau” . Ketika aku membaca cerpen tersebut aku terhanyut di
dalamnya, dan aku merasa ngeri karena isi dari cerpen tersebut menurutku sangat
mengerikan dan membuat setiap orang yang
membacanya merasakan dirinya yang mengalami hal tersebut.
Waktu
tidak terasa ketika aku melihat jam dinding ternyata sudah menunjukan tepat
pukul 12.00 tengah malam. Bulu kuduk ku mulai merinding, apa lagi saat itu aku
sendirian di rumah orang tua ku dan kedua saudaraku pergi ke luar kota untuk
berlibur. Aku sengaja tidak ingin ikut, karena aku ingin menyelesaikan misi ku.
Iya, misi ku yang ingin menyelidiki suara misterius yang membuat ku terganggu
dan mengusik tidurku dan suara itu membuat ku penasaran beberapa malam ini.
Setelah
cukup lama menunggu, dengan sangat sabar tiba-tiba saja suara yang
kutunggu-tunggu itu mulai terdengar awalnya suara itu pelan tapi lama kelamaan
semakin keras dan menakutkan suaranya begitu tajam. Dan dengan nyali yang
begitu besar aku keluar lewat jendela dengan sangat perlahan dan hati-hati, awalnya
aku gemetar dan ketakutan namun rasa penasaran itu menghantui pikiranku
sehingga aku nekad untuk mencari tau asal suara tersebut. Aku berjalan perlahan
sambil memegang sebuah senter, suara itu semakin jelas terdengar suara itu
semakin dekat, dan akupun mempercepat jalanku, aku terus berjalan menuju ke
arah dimana asal suara tersebut. Tiba-tiba saja aku sangat kaget karena suara
itu sepertinya berasal dari rumah tetanggaku, Akupun bergegas menuju rumah
tetanggaku ketika aku mau memasuki pagar rumahnya tiba-tiba saja sepasang mata
dibalik wajahnya yang bertopeng mengintipku di balik jendela, dan niat ku untuk
masuk ke dalam pagar tetanggaku itupun ku urungkan aku membalikkan badanku dan
segera berlari menuju ke rumah. Saat itu aku sangat ketakutan, aku berlari
sangat kencang dengan nafas yang terputus-putus aku segera masuk ke kamar dan
mengunci semua pintu dan jendela di rumahku, dan aku segera mengambil selimut
untuk menutupi seluruh tubuhku, padahal saat itu aku sangat berkeringat.
Aku segera memejamkan mata namun ketika
mata ku sudah terpejam aku terbayang sosok misterius yang memiliki sepasang
mata yang sangat tajam dan menutup wajahnya dengan topeng, hanya matanya yang
terlihat, apalagi sosok itu berada di rumah tetanggaku rumah yang merupakan
sumber suara yang mengusikku beberapa malam ini. Aku semakin bingung dan
bertanya-tanya ada apa gerangan di rumah tersebut. Padahal setahu ku rumah itu
di huni oleh sepasang suami istri yang sudah lanjut usia namun mereka tidak
mempunyai anak, mereka sangat baik dan ramah, meskipun kedua orang tua tersebut
jarang bergaul dengan masyarakat sekitar namun mereka sangat baik kepada
keluarga kami. “Lalu siapa ya, yang tadi
di rumahnya itu, sepertinya sangat mengerikan meskipun aku hanya melihat
sepasang mata di balik topengnya yang mengintipku di jendela namun matanya itu
sangat tajam dan menyeramkan” ucapku dalam hati.
Ketika
aku hampir terlelap tiba-tiba aku
dikagetkan dengan suara, suara itu berasal dari jendela kamarku, suara itu
seperti suara seseorang yang sedang berjalan, aku pun tiba-tiba membuka mata
dengan perlahan namun tiba-tiba aarrrrrrggggggggghhhhhh.
**
Ketika
aku membuka mata ternyata aku sudah berada di sebuah ruangan yang gelap gulita
dengan kondisi kedua tanganku di ikat dan mulutku ditutup dengan kain.
Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut, seseorang itu berjubah
hitam dan kepalanya memakai topi yang berwarna hitam, mukanya di tutupnya
dengan topeng hingga hanya sepasang matanya yang terlihat. Orang itu sepertinya
orang yang ku lihat di rumah tetanggaku tadi, sepasang matanya itulah yang
membuatku yakin bahwa dia adalah orang yang tadi kulihat. Dia mendekatiku
dengan perlahan dan melepas kain yang menyumpal dimulutku dan aku pun bertanya
kepadanya dengan terbata bata, gugup dan ketakutan, tubuhku pun gemetar dan
dipenuhi dengan keringat. “Siapa kamu,
mau apa kamu di mana aku sekarang ?”
“Tenang
gadis manis, aku tidak akan melukai tubuh mungilmu ini, kamu sekarang berada di istanaku
hahaa”
“Aku
mau pulang, lepaskan aku, aku mau pulang”.
Meskipun aku menangis dan
merengek-rengek minta pulang namun orang misterius itu tidak memperdulikannya,
dari suaranya itu sepertinya dia adalah seorang lelaki.
Lelaki misterius itu tiba-tiba keluar
dari ruangan itu dan tidak berapa lama kemudian dia kembali masuk dengan
membawa benda-benda seperti linggis, kapak, pisau, dan gunting. Jantungku pun
semakin berdetak dengan kencang nafasku tidak beraturan ingin rasanya aku
berteriak sekeras mungkin namun percuma, karena tidak ada seorangpun yang bisa
mendengar , aku hanya bisa menangis . “Ya
Tuhan haruskah aku mati dengan cara seperti ini, cara yang menggenaskan dan
mengerikan, aku takut ya Tuhan, mama…papa…ka Nina ka Nana..tolong aku”
ucapku dalam hati.
Namun
yang membuatku sangat kaget waktu itu adalah, orang itu tiba-tiba saja memutarkan
sebuah video di depanku, dalam video tersebut terdapat bagaimana lelaki itu
dengan sangat kejam mencongkel mata seorang gadis beliya seperti aku, lalu dia
memakan kedua matanya tersebut. Setelah itu dia mencabik cabik kulit gadis
tersebut dengan kukunya yang tajam. Dan mayat gadis itu dikuburkannya tepat di
belakang rumah tetangga ku, iya di belakang rumah sepasang suami istri yang tua
renta itu. Akupun bertanya-tanya dalam hati, siapa lelaki ini, pertama aku
melihatnya dia berada di rumah tetanggaku itu, lalu dia menculikku dan
membawaku ke tempat gelap seperti ini, dan dia memutarkan video pembunuhan yang
mengerikan yang dilakukan oleh dia sendiri, dan dia menguburkan jasadnya tepat
di belakang rumah tetanggaku . Ada apa gerangan dengan lelaki ini, siapa dia?
Apakah dia psikopat, apakah dia iblis atau dia manusia setengah iblis. Lalu
terbesit di benakku, mungkinkah asal suara yang ku dengar beberapa malam ini
berasal dari suara roh gadis beliya tersebut, mungkin saja menurutku. Lalu apa
yang diinginkan orang ini padaku ?
“Hai
gadis manis, apa yang kamu pikirkan, kamu lihat saja video ini sebentar lagi
kamu juga akan seperti dia haha..bahkan lebih menggenaskan dibanding dia,
karena matamu itu lebih indah dari pada dia. Kamu penasaran dengan suara-suara
yang mengusikmu beberapa malam ini bukan? Hahaha… suara ini kan
orang misterius itu kemudia memutarkan
sebuah rekaman suara yang mengerikan itu. Suara yang menerorku beberapa malam
ini, suara yang menakutkan, dan ternyata itu hanyalah sebuah rekaman. Astagaaaa
betapa bodonya aku, ternyata itu hanyalah jebakan dia untukku.
Jantungku
seketika terhenti darahku terasa berhenti mengalir ketika orang itu mendekatiku
sambil mendekatkan pisau ke depan mataku, ini ternyata lebih buruk dari mimpi
yang pernah kualami. Aku hanya memejamkan mata dan membayangkan apa yang akan
terjadi padaku dalam beberapa detik ini.
**
“Bangun…
bangun.. bangun.. adikku sayang ayo sekolah nanti telat loh”
“Hah
Ka Nana, aku masih hidup ka, mataku masih ada ka?”
“Kamu
ini kenapa sih, pasti mimpi buruk lagi yah, makanya jangan suka membaca
cerita-cerita horror sampai larut malam de, terus sebelum tidur itu baca do’a,
biar tidak diganggu setan !, cepat mandi sana”ucap
ka Nana.
Aku hanya duduk terdiam, ketika
mendengar kata-kata dari Kaka ku tadi, aku masih tidak percaya dengan apa yang
kualami tadi malam, apakah itu beneran mimpi, namun seperti nyata bagiku. “Syukur deh kalau itu cuma mimpi” ucapku
dalam hati sambil menghela nafas panjang. Menurutku mimpi yang kualami tadi
malam merupakan mimpi yang paling buruk selama hidupku. Sebelum menuju kamar
mandi, aku duduk sejenak lalu mengambil buku harianku dan segera menuliskannya
dalam bentuk puisi apa yang kualami tadi malam.
Dalam
keheningan malam
Terdengar
sebuah jeritan
Jeritan
suara misteri
Yang
bermain di telingaku
Suaranya
datang di tengah malam
Mengusik
tidur indahku
Perlahan
kulangkahkan kaki
Untuk
mencari asal suara
Hingga
sepasang mata di balik topeng kutemui
Matanya
bak elang yang akan memangsa
Baru 10 menit aku menulis puisi dan itu
pun belum selesai, tiba-tiba saja terdengar suara Ibu yang memanggil,
menyuruhku untuk segera berangkat ke sekolah. Akupun segera menuju kamar mandi.
Dan puisiku itu nanti akan kulanjutkan ketika pulang sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar