Jumat, 04 Maret 2016

Cerpen (Sepasang Mata Di Balik Topeng)


Tepat pukul 12.00 tengah malam suara itu berbunyi lagi, suara yang mengusik tidur indahku. Suara itu membisik ditelingaku bagaikan suara gemuruh ombak di tengah laut yang seakan ingin menelan bulat tubuh mungilku. Perlahan kubuka kedua bola mataku, seketika itu aku melihat cahaya di depanku, dan ternyata itu adalah kunang-kunang yang menyelinap masuk ke kamarku melalui jendela, mungkin tadi sore aku lupa mengunci rapat jendelaku. Aku pun kaget dan sedikit ketakutan karena kata orang-orang kunang-kunang itu merupakan kuku dari orang yang sudah meninggal dunia. Ku coba mengusir kunang-kunang itu dari kamarku, beberapa menit ku mencoba mengusirnya aku membuka jendela agar dia keluar namun hasilnya nihil yang ada malah kunang-kunang yang lain ikut masuk ke dalam kamarku.
            Malam semakin larut, hembusan angin pun masuk ke dalam kamarku karena jendela ku terbuka, dan suara itu semakin terasa mengiang di telingaku, di tambah dengan angin malam yang membelai rambut serta tubuh mungilku membuat aku merasa berada di tempat asing yang dipenuhi dengan hantu yang sewaktu-waktu dapat mencabik-cabik kulitku yang halus dengan kuku-kukunya yang tajam serta suaranya yang menyeramkan. Ketika membayangkan semuanya itu tubuhku gemetar dan kaki ku kaku tak dapat bergerak aku semakin ketakutan angin malam semakin deras masuk ke kamarku dan sekelompok kunang-kunang itu sekarang berada tepat di atas kepalaku, bertambah gemetar tubuhku ini seluruh badanku menggigil, sendi dan tulangku seakan tak berfungsi. Tiba-tiba saja kurasakan air panas yang mengalir di kakiku dan ternyata tanpa kusadari aku ngompol. “Oh tidak, ya Tuhan…Aku kan bukan anak kecil lagi” ucapku dalam hati.

**
            “Kejadian tadi malam membuatku semakin penasaran, dan juga membuatku ketakutan. Sudah beberapa hari ini, ya sekitar 4 hari yang lalu, ketika jam dinding menunjukan tepat pukul 12.00 tengah malam selalu saja suara itu menerorku, suara itu seperti terdengar jelas di telingaku. Suara yang penuh misteri, suara yang menyeramkan, entah itu suara apa aku pun tak tahu, dan suara itu seperti ingin membisikkan sesuatu kepadaku. Suaranya bergemuruh dan terkadang suara itu menjerit dengan histeris bahkan sangat histeris. Beberapa malam ini aku mencoba mencari asal suara tersebut, karena suara itu sangat menggangguku dan membuat jantungku brerdetak lebih kencang darahku mendesir ketika aku mendengarnya.
            Malam itu, tepatnya malam jum’at, aku sengaja tidak tidur, dan minum kopi untuk menahan ngantuk. Aku mulai jenuh menunggu waktu tengah malam itu tiba. Sambil menunggu, aku membaca cerpen karya Edger Allan Poe yang berjudul “Detak Jantung dan Hati Yang Meracau” . Ketika aku membaca cerpen tersebut aku terhanyut di dalamnya, dan aku merasa ngeri karena isi dari cerpen tersebut menurutku sangat mengerikan dan  membuat setiap orang yang membacanya merasakan dirinya yang mengalami hal tersebut.
            Waktu tidak terasa ketika aku melihat jam dinding ternyata sudah menunjukan tepat pukul 12.00 tengah malam. Bulu kuduk ku mulai merinding, apa lagi saat itu aku sendirian di rumah orang tua ku dan kedua saudaraku pergi ke luar kota untuk berlibur. Aku sengaja tidak ingin ikut, karena aku ingin menyelesaikan misi ku. Iya, misi ku yang ingin menyelidiki suara misterius yang membuat ku terganggu dan mengusik tidurku dan suara itu membuat ku penasaran beberapa malam ini.
            Setelah cukup lama menunggu, dengan sangat sabar tiba-tiba saja suara yang kutunggu-tunggu itu mulai terdengar awalnya suara itu pelan tapi lama kelamaan semakin keras dan menakutkan suaranya begitu tajam. Dan dengan nyali yang begitu besar aku keluar lewat jendela dengan sangat perlahan dan hati-hati, awalnya aku gemetar dan ketakutan namun rasa penasaran itu menghantui pikiranku sehingga aku nekad untuk mencari tau asal suara tersebut. Aku berjalan perlahan sambil memegang sebuah senter, suara itu semakin jelas terdengar suara itu semakin dekat, dan akupun mempercepat jalanku, aku terus berjalan menuju ke arah dimana asal suara tersebut. Tiba-tiba saja aku sangat kaget karena suara itu sepertinya berasal dari rumah tetanggaku, Akupun bergegas menuju rumah tetanggaku ketika aku mau memasuki pagar rumahnya tiba-tiba saja sepasang mata dibalik wajahnya yang bertopeng mengintipku di balik jendela, dan niat ku untuk masuk ke dalam pagar tetanggaku itupun ku urungkan aku membalikkan badanku dan segera berlari menuju ke rumah. Saat itu aku sangat ketakutan, aku berlari sangat kencang dengan nafas yang terputus-putus aku segera masuk ke kamar dan mengunci semua pintu dan jendela di rumahku, dan aku segera mengambil selimut untuk menutupi seluruh tubuhku, padahal saat itu aku sangat berkeringat.
Aku segera memejamkan mata namun ketika mata ku sudah terpejam aku terbayang sosok misterius yang memiliki sepasang mata yang sangat tajam dan menutup wajahnya dengan topeng, hanya matanya yang terlihat, apalagi sosok itu berada di rumah tetanggaku rumah yang merupakan sumber suara yang mengusikku beberapa malam ini. Aku semakin bingung dan bertanya-tanya ada apa gerangan di rumah tersebut. Padahal setahu ku rumah itu di huni oleh sepasang suami istri yang sudah lanjut usia namun mereka tidak mempunyai anak, mereka sangat baik dan ramah, meskipun kedua orang tua tersebut jarang bergaul dengan masyarakat sekitar namun mereka sangat baik kepada keluarga kami. “Lalu siapa ya, yang tadi di rumahnya itu, sepertinya sangat mengerikan meskipun aku hanya melihat sepasang mata di balik topengnya yang mengintipku di jendela namun matanya itu sangat tajam dan menyeramkan” ucapku dalam hati.
            Ketika aku hampir  terlelap tiba-tiba aku dikagetkan dengan suara, suara itu berasal dari jendela kamarku, suara itu seperti suara seseorang yang sedang berjalan, aku pun tiba-tiba membuka mata dengan perlahan namun tiba-tiba aarrrrrrggggggggghhhhhh.

**
            Ketika aku membuka mata ternyata aku sudah berada di sebuah ruangan yang gelap gulita dengan kondisi kedua tanganku di ikat dan mulutku ditutup dengan kain. Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut, seseorang itu berjubah hitam dan kepalanya memakai topi yang berwarna hitam, mukanya di tutupnya dengan topeng hingga hanya sepasang matanya yang terlihat. Orang itu sepertinya orang yang ku lihat di rumah tetanggaku tadi, sepasang matanya itulah yang membuatku yakin bahwa dia adalah orang yang tadi kulihat. Dia mendekatiku dengan perlahan dan melepas kain yang menyumpal dimulutku dan aku pun bertanya kepadanya dengan terbata bata, gugup dan ketakutan, tubuhku pun gemetar dan dipenuhi dengan keringat. “Siapa kamu, mau apa kamu di mana aku sekarang ?”
“Tenang gadis manis, aku tidak akan melukai tubuh  mungilmu ini, kamu sekarang berada di istanaku hahaa”
“Aku mau pulang, lepaskan aku, aku mau pulang”.
Meskipun aku menangis dan merengek-rengek minta pulang namun orang misterius itu tidak memperdulikannya, dari suaranya itu sepertinya dia adalah seorang lelaki.
Lelaki misterius itu tiba-tiba keluar dari ruangan itu dan tidak berapa lama kemudian dia kembali masuk dengan membawa benda-benda seperti linggis, kapak, pisau, dan gunting. Jantungku pun semakin berdetak dengan kencang nafasku tidak beraturan ingin rasanya aku berteriak sekeras mungkin namun percuma, karena tidak ada seorangpun yang bisa mendengar , aku hanya bisa menangis . “Ya Tuhan haruskah aku mati dengan cara seperti ini, cara yang menggenaskan dan mengerikan, aku takut ya Tuhan, mama…papa…ka Nina ka Nana..tolong aku” ucapku dalam hati.
            Namun yang membuatku sangat kaget waktu itu adalah, orang itu tiba-tiba saja memutarkan sebuah video di depanku, dalam video tersebut terdapat bagaimana lelaki itu dengan sangat kejam mencongkel mata seorang gadis beliya seperti aku, lalu dia memakan kedua matanya tersebut. Setelah itu dia mencabik cabik kulit gadis tersebut dengan kukunya yang tajam. Dan mayat gadis itu dikuburkannya tepat di belakang rumah tetangga ku, iya di belakang rumah sepasang suami istri yang tua renta itu. Akupun bertanya-tanya dalam hati, siapa lelaki ini, pertama aku melihatnya dia berada di rumah tetanggaku itu, lalu dia menculikku dan membawaku ke tempat gelap seperti ini, dan dia memutarkan video pembunuhan yang mengerikan yang dilakukan oleh dia sendiri, dan dia menguburkan jasadnya tepat di belakang rumah tetanggaku . Ada apa gerangan dengan lelaki ini, siapa dia? Apakah dia psikopat, apakah dia iblis atau dia manusia setengah iblis. Lalu terbesit di benakku, mungkinkah asal suara yang ku dengar beberapa malam ini berasal dari suara roh gadis beliya tersebut, mungkin saja menurutku. Lalu apa yang diinginkan orang ini padaku ?
“Hai gadis manis, apa yang kamu pikirkan, kamu lihat saja video ini sebentar lagi kamu juga akan seperti dia haha..bahkan lebih menggenaskan dibanding dia, karena matamu itu lebih indah dari pada dia. Kamu penasaran dengan suara-suara yang mengusikmu beberapa malam ini bukan? Hahaha… suara ini kan
orang misterius itu kemudia memutarkan sebuah rekaman suara yang mengerikan itu. Suara yang menerorku beberapa malam ini, suara yang menakutkan, dan ternyata itu hanyalah sebuah rekaman. Astagaaaa betapa bodonya aku, ternyata itu hanyalah jebakan dia untukku.
            Jantungku seketika terhenti darahku terasa berhenti mengalir ketika orang itu mendekatiku sambil mendekatkan pisau ke depan mataku, ini ternyata lebih buruk dari mimpi yang pernah kualami. Aku hanya memejamkan mata dan membayangkan apa yang akan terjadi padaku dalam beberapa detik ini.

**
“Bangun… bangun.. bangun.. adikku sayang ayo sekolah nanti telat loh”
“Hah Ka Nana, aku masih hidup ka, mataku masih ada ka?”
“Kamu ini kenapa sih, pasti mimpi buruk lagi yah, makanya jangan suka membaca cerita-cerita horror sampai larut malam de, terus sebelum tidur itu baca do’a, biar tidak diganggu setan !, cepat mandi sana”ucap ka Nana.

Aku hanya duduk terdiam, ketika mendengar kata-kata dari Kaka ku tadi, aku masih tidak percaya dengan apa yang kualami tadi malam, apakah itu beneran mimpi, namun seperti nyata bagiku. “Syukur deh kalau itu cuma mimpi” ucapku dalam hati sambil menghela nafas panjang. Menurutku mimpi yang kualami tadi malam merupakan mimpi yang paling buruk selama hidupku. Sebelum menuju kamar mandi, aku duduk sejenak lalu mengambil buku harianku dan segera menuliskannya dalam bentuk puisi apa yang kualami tadi malam.

Dalam keheningan malam
Terdengar sebuah jeritan
Jeritan suara misteri
Yang bermain di telingaku
Suaranya datang di tengah malam
Mengusik tidur indahku

Perlahan kulangkahkan kaki
Untuk mencari asal suara
Hingga sepasang mata di balik topeng kutemui
Matanya bak elang yang akan memangsa

Baru 10 menit aku menulis puisi dan itu pun belum selesai, tiba-tiba saja terdengar suara Ibu yang memanggil, menyuruhku untuk segera berangkat ke sekolah. Akupun segera menuju kamar mandi. Dan puisiku itu nanti akan kulanjutkan ketika pulang sekolah.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar